Pendidikan Karakter, Melalui Pengoptimalan Otak Kanan

Pendidikan karakter, mengapa sekarang diperlukan ?

Bila kita ingat di masa dulu, Indonesia  adalah Negara yang sangat menjunjung tinggi budaya timur, yaitu, keramah tamahan, sopan santun, murah senyum, jujur, tolong menolong, saling menghormati dan menghargai, religious dan lain sebagainya, TAPI sekarang kita menyaksikan bersama di berbagai macam media (televisi, Koran, internet) isinya berita tentang demo, korupsi, pemerkosaan, pembunuhan, perampokan, pencurian, tawuran, penipuan, kisruh politik, mafia hukum dan berita kriminal lainnya. (bahkan berita criminal akan penjadi pendidikan yang salah bagi generasi muda). Apakah seperti itu karakter bangsa kita ?

 Pendidikan karakter,  bagaimana implementasi dalam Kurikulum sekolah  ?

Dalam kurikulum KTSP pendidikan karakter diintegrasikan kedalam mata pelajaran dan juga ekstrakurikuler, setelah belajar proses pembelajaran siswa diharapkan memiliki karakter seperti, jujur, disiplin, tekun, tanggung jawab, ketelitian, kreatif, inovatif dll.

Pendidikan karakter, bagaimana bangsa lain maju pesat ?

Seperti negara jepang, mengapa mereka bisa maju begitu cepat ? padahal mereka :

–          Pernah hancur/kalah pada perang dunia ke dua

–          Tidak memiliki sumber daya alam sekaya negara kita

Tentu itu semua karena karakter/prilaku  mereka telah tertanam begitu kuat sampai sekarang, seperti : ramah tamah, kejujuran, harga diri, kerja keras, disiplin.

Pendidikan karakter, bagaimana implementasinya terhadap pengoktimalan otak kanan  ?

Otak kanan manusia berhubungan dengan imajinasi,  inovasi, kreativitas, naluri, intuisi,seni, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati, keiklasan, keindahan, kebahagiaan dan lain-lain.

Artinya dengan menekankan pendidikan berbasis otak kanan dalam pendidikan karakter, diharapkan dapat tercipta siswa atau generasi muda yang tangguh dalam menghadapi era globalisasi dengan berbekal nilai-nilai atau karekter seperti tersebut di atas.

Sementara selama ini pendidikan di negara kita hanya merapkan pendidikan yang berbasis hanya otak kiri saja yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa, analisa, logika, intelektual, ilmu pengetahuan.

Kedepannya diharapkan ada sinergi pengembangan antara otak kiri dan kanan.

Pendidikan karakter, bermula dari mana ?

Menurut ki hajar dewantara, ada 3 pusat pendidikan , yaitu :

–          pendidikan oleh orang tua/keluarga

–          pendidikan oleh negara/pemerintah melalui sekolah

–          pendidikan oleh masyarakat/lingkungan

pendidikan karakter, bagaimana hubungannya dengan penomena pendidikan sekarang ?

kita tahu dari berbagai berita di media massa, setiap tahunnya selalu terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional.  Mengapa ini bisa terjadi ?

–          apakah ada yang salah dengan Yang namanya ”Ujian Nasional” ?

kembali lagi kepada persepsi pendidikan kita selama ini, keberhasilan pendidikan identik dengan kelulusan dan ijasah. Akhirnya yang dikejar nilai yang tinggi, sehingga tanpa memperhatikan nilai nilai agama, budaya dan tujuan pendidikan yang sesungguhnya, terjadilah praktik kecurangan tersebut. Yang akhirnya akan merusak mental/pribadi dari siswa/generasi muda bangsa ini. Karena yang dicari hanyalah bagus diatas kertas, bagus secara formalitas, bagus secara retorika, bagus secara sampulnya saja, bagus kalau ada pemeriksaan/ada yang lihat/mengawasi.

Bisa jadi produk kecurangan  sekarang akan nampak hasilnya 10 s/d 20 tahun kedepan,

–           bila ia jadi pejabat, ia akan korupsi dan mementingkan diri sendiri dan golongannya, tidak mau memperhatikan nasib negara ini dan rakyatnya

–          Bila jadi pengusaha, ia akan curang

–          Bila jadi praktisi hukum, ia kan jadi mapia hukum

–          Maraknya korupsi, suap menyuap, pungli, kasus asusila dan lain-lain,

padahal yang dicari/dituntut dalam kegiatan belajar adalah ILMU.  Dan tujuan ilmu adalah untuk mematangkan kedewasaan, wawasan, kemandirian, moralitas/akhlak untuk bekal dalam hidup., baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk itu hendaknya pendidikan Indonesia kedepan,

–           lebih menekankan Ilmunya ketimbang koleksi ijasahnya.

–          Menekankan semua aspek : kognitif, afektif,psikomotor : otak kanan dan kiri

–          Lebih menekankan kemandirian, harga diri,  ketimbang bergantung pada orang lain

–          Lebih mempersiapkan generasi muda untuk membuka lapangan kerja ketimbang sibuk cari/melamar pekerjaan

–          Lebih mempersiapkan generasi mudah untuk menjadi pengusaha ketimbang pegawai/karyawan Agar pengangguran tidak semakin membengkak.

Pendidikan karakter, dimasa depan ?

Bila ingin masa depan negara ini menjadi lebih baik, mari kita susun kembali konsep pendidikan kita, yang lebih membawa perubahan sikap/attitude/ perilaku/akhlak/moralitas pada generasi kita yang lebih baik, dengan tetap berlandaskan agama, budaya dan jati diri bangsa. Dengan tetap menyandingkan antara IPTEK dan IMTAQ.

Semoga bermanfaat….

 

2 Tanggapan

  1. artikel yang menarik…
    memang saat ini telah terjadi penurunan generasi, harus segera di perbaiki konsep pendidikan Indonesia sekarang juga

  2. Kunjungan balik pak, mantabs share-nya lanjutkan teruuus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: