MUSUH ABADI MANUSIA

“Katakanlah (hai Muhammad): ‘Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya telah mendengar sekumpulan jin akan Al-Qur’an lalu mereka berkata:”Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-sekali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami, dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Rabb kami; Dia tidak beristri dan tidak pula beranak.Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah (QS. 72: 1-4)

Di antara manusia siapakah yang tidak kenal iblis? “Makhluq yang dilaknat” yang telah menyesatkan pemikiran kebanyakan manusia, mengeluarkan mereka dari iman kepada kekafiran, menjatuhkan martabat manusia dari makhluq yang mulia menjadi hina dan durjana. Banyak manusia menyangka bahwa iblis punya kekuatan yang tidak mungkin ditaklukkan. Tatkala ia menyesatkan manusia, mengeluarkan mereka dari lingkaran nur iman ke lingkaran kegelapan, kekafiran dan jahiliyah, banyak orang menduga bahwa kekuatan iblis sangat besar dan mustahil untuk ditaklukkan.

Bahkan banyak pula kalangan awam yang ragu-ragu untuk bertaubat ketika melakukan dosa atau maksiat dengan mengatakan: “Apa daya kita, iblis sangat pandai”. Inilah ungkapan yang banyak diucapkan, sekadar untuk mencari-cari alasan, demi membenarkan apa yang ia lakukan berdasar hawa nafsu dan mengikuti langkah-langkah syaitan. Kekeliruan pola pikir dan pendapat yang salah ini banyak tersebar di kalangan umat Islam. Benar bahwa syaitan senantiasa “bekerja” dalam skenario yang terpadu untuk menyesatkan manusia. Namun hal ini bukan suatu yang sulit untuk dipatahkan, bahkan sangat mungkin ditundukkan dan dikalahkan, serta dijauhkan dari kehidupan seorang muslim.

Walaupun syaitan selalu memerintahkan yang mungkar dan mencegah yang ma’ruf, senantiasa menjadikan perbuatan maksiat itu indah, selalu menyesatkan manusia; bukan berarti tak ada cara untuk melumpuhkan tipu dayanya. Ada satu cara yang efektif untuk mengalahkannya, yaitu: Kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlindung kepada-Nya. Inilah satu-satunya cara yang paling ampuh untuk mengalahkan musuh abadi manusia ini.

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di atas muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka. Allah berfirman: “lnilah jalan yang lurus kewajiban Aku-lah menjaganya. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari mereka “. (QS. 15: 39-44).

Iblis hanya mampu berkuasa terhadap orang-orang yang menolak jalan Allah dan mengikuti jalan syaitan. Kekuasaannya hanya bisa mendominasi orang-orang yang telah terjatuh ke dalam rangkulannya. Kedaulatannya hanya bisa tegak di dalam diri orang-orang yang telah meninggalkan keimanan kepada Allah SWT, ingkar dan kafir kepadaNya, dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya.

Terhadap hamba-hamba Allah yang taat dan ikhlas, syaitan tidak memiliki kekuasaan dan tidak mampu berbuat apapun juga. Inilah rumusan yang sangat jelas. Tidak ada keraguan lagi, tidak perlu filsafat’ yang rumit-rumit, tidak butuh debat kusir ilmu kalam dan logika berbahasa bunga. Semuanya sudah jelas. Jalan pun sudah gamblang terbentang: Jalan Allah yang tidak memberikan peluang dan tempat kepada syaitan keparat dan kekuasaannya untuk menyesatkan manusia…

Ironi memang. Meskipun sangat jelas masalahnya, dan sang musuh ini senantiasa bersikap “atece” (all time confrontation), masih saja banyak manusia yang menganggap dan menjadikannya sebagai sahabat dekat yang paling setia. Padahal ia adalah musuh yang nyata bagi manusia.Firman Allah:
– Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia “. (QS. 12:5) (QS. 17:53).
“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara hisab telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan begiku terhadapmu, melainkan sekadar aku menyeru kamu lalu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku dengan Allah sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang zalim itu mendapat siksaan yang pedih “. (QS. 14:22).

Inilah pengakuan syaitan, musuh manusia. Musuh abadi seorang muslim. Seteru yang paling sengit terhadap seorang da’i yang berjuang di jalan Allah SWT.

Sang Musuh yang Bodoh
Dalam ayat pembukaan di atas, Allah SWT menceritakan tentang bangsa jin yang takjub ketika mendengarkan Al-Qur’an. Dalam ayat ini pula Allah memberitahukan bahwa kekuatan bangsa jin terbatas, sehingga tidak mengetahui kedatangan Al-Quran kecuali setelah diturunkan. Juga karena Allah SWT senantiasa menjaga dan memelihara kitabNya ini.

Sebagian dari jin ini kemudian beriman kepada Al-Qur’an yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar dan lurus. Bukti keimanan jin ini, mereka mentauhidkan Allah SWT dan tidak memperserikatkan-Nya dengan satu apapun juga. Mereka menyatakan bahwasanya Allah tidak mengambil teman dan seorang anak pun di dalam keesaan-Nya. Maha suci Allah dari segala apa yang mereka katakan.Kemudian bangsa jin yang beriman ini, menyatakan, betapa bodohnya iblis, ketika dia ingkar dan kafir teradap Allah SWT. Betapa pandirnya sang musuh ini, ketika label “al-mal’un”, Allah tetapkan terhadap dirinya, karena kedengkiannya terhadap manusia, karena selalu menjadikan indah sikap kufur terhadap Pencipta Yang Maha Gagah.

Inilah pengakuan dan penegasan bangsa jin yang mukmin terhadap ketololan dan kepandiran iblis al-mal’un. Dialah “Abu Jahal” dan tokoh pandir terbesar sepanjang abad. A1Qur’an menggambarkan sangat mungkin untuk mengalahkan kekuatan dan menundukkannya, karena tipu daya dan rencana-rencana jahatnya sangat lemah.
Firman Allah :”Sesungguhnya tipu daya syaitan itu lemah”. (QS. 4:76).
Jelaslah bahwa kehidupan yang mulia hanyalah dengan mengikuti jalan Allah. Inilah satu-satunya jalan yang terjamin selamat dari kejahatan dan tipu daya musuh utama manusia, iblis.

Timbul pertanyaan, bukankah suatu kebodohan yang besar, manakala manusia berada di belakang “sang musuh yang tolol” ini? Apalagi sampai menjadi pengikut setia, taat, tunduk dan patuh kepada perintah-perintahnya. Manusia yang tidak mau mengenal Allah, menolak kemuliaan, kehormatan dan harga diri, menyuruh yang mungkar dan melarang perbuatan ma’ruf, bukankah lebih bodoh dari iblis?

Firman Allah :
“Syaitan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir),sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dari pada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha luas karunianya lagi Maha Mengetahui” (QS. 2:268). Mengikuti jalan Allah dan berpegang teguh kepadanya serta menjauhkan diri dari iblis laknat dan antek-anteknya dari kalangan jin dan manusia, adalah jalan keselamatan satu-satunya.

Firman Allah :
“Tidak ada paksaan di dalam memasuki Dinul Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thogut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar Iagi Maha mengetahui. Allah pemimpin, pelindung dan penolong orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan ‘mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pemimpin, penolong dan pelindungnya adalah syaitan (thogut) yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya . (QS. 2:256-257).

(Sumber : Minnaturrahman http://sabiluna.tripod.com)

 

JAGA LISAN DAN SIKAP – AGAR AMALAN TIDAK DITRANSFER KEPADA ORANG LAIN

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya : “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Maka mereka (para sahabat) menjawab : “orang yang bangkrut di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta.”
Maka Rasulullah menerangkan : “Orang yang bangkrut dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu,

memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain (dengan tidak hak), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya (kepada orang lain), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka.” (HR.Muslim)

ANTARA IBLIS DAN NABI ADAM

ANTARA IBLIS DAN NABI ADAM
Dinukil dari kitab Tafsir Ibnu katsir

عن عبد الله بن عبيد بن عمير قال : إن إبليس عليه لعائن الله – قال : يا رب ، إنك أخرجتني من الجنة من أجل آدم ، وإني لا أستطيعه إلا بسلطانك . قال : فأنت مسلط . قال : يا رب ، زدني . قال : لا يولد له ولد إلا ولد لك مثله . قال : يا رب ، زدني . قال : أجعل صدورهم مساكن لكم ، وتجرون منهم مجرى الدم . قال : يا رب ، زدني . قال : أجلب عليهم بخيلك ورجلك ، وشاركهم في الأموال والأولاد ، وعدهم وما يعدهم الشيطان إلا غرورا .

dari Abdulloh bin ubaid bin umair berkata,
” sesungguhnya iblis -semoga Allah melaknatnya- berkata,
” wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengeluarkanku dari surga sebab Adam, dan sesungguhnya aku tdk akan mampu kecuali dgn kekuasaanMu.”
Allah : ” maka engkau akan menguasainya.”

iblis : ” wahai Tuhanku,tambahkanlah lagi untukku.”
Allah : ” tiadalah adam mempunyai anak kecuali dirimu juga mempunyai anak semisalnya.”

iblis : ” wahai Tuhanku, tambahkanlah lagi untukku.”
Allah : ” akujadikan dada mereka sebgai rumah2 kalian dan kalian berjalan di jalan darah dari mereka.”

iblis : ” wahai tuhanku, tambahkanlah lagi untukku.”
Allah : ” aku tarik terhadap mereka dengan kudamu dan kakimu, bersekutulah dengan harta2 mereka dan anak2 nya, kasih dia janji2, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.”

فقال آدم [ عليه السلام ] يا رب ، قد سلطته علي ، وإني لا أمتنع [ منه ] إلا بك . قال : لا يولد لك ولد إلا وكلت به من يحفظه من قرناء السوء . قال : يا رب ، زدني . قال : الحسنة عشر أو أزيد ، والسيئة واحدة أو أمحوها . قال : يا رب ، زدني . قال : باب التوبة مفتوح ما كان الروح في الجسد . قال : يا رب ، زدني . قال : ( يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم ) .

kemudian Nabi Adam alaihis salam berkata, ” wahai Tuhanku, Engkau telah menguasakanku kepadanya dan aku tdk bisa mencegahnya kecuali dgn pertolonganMu.”
Allah : ” tiadalah seorang anak yg terlahir darimu kecuali aku mewakilkan pdnya malaikat yg menjaganya dari qorin2 yg bruk.”

adam : ” wahai Tuhanku, tambahkanlah untukku. ”
Allah : ” satu kebaikan dibalas sepuluh atau lebih, dan satu keburukan dibalas satu juga atau Aku menghapusnya.”

adam : ” wahai Tuhanku, tambahkanlah lg untukku.”
Allah : ” pintu taubat tetap dibuka selama nyawa masih di jasad.”

Adam : ” wahai Tuhanku, tambahkanlah lg untukku.”
Allah : ” Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri!Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(az zumar ayat 53)

wallohu a’lam.

تفسير ابن كثير
إسماعيل بن عمر
بن كثير القرشي الدمشقي

Yaa Allah…
semoga engkau lindungi kami dari godaan syetan yg terkutuk….

Aamiin…

sumber : facebook

Agar syetan kecewa

Hidup adalah perjalanan.. perjalanan dari Alam ruh, Alam Rahim, Alam Dunia, Alam Barzah, Alam Mahsyar dan hari Akhirat. Begitu sebuah kutifan indah dari jemari mulia ust Arifin Ilham, semoga Allah meninggikan derajat beliau dan perkenankanlah jemari ini memperindah pengaruhnya meski dalam pena.

Sahabatku yang indah. Alangkah mengerikannya suatu usia dimana kita tidak mengenali tentang kemana perahu kehidupan ini akan kita kayuh, padahal sejatinya biduk itu terus mengantar kita ke tengah lautan seiring masa dan peristiwa.

Kita terus mengayuh hingga letih sementara kita tidak tahu apa-apa tentang pelabuhan yang kita tuju. Sedangkan peluit-peluit telah dibunyikan dan genderang waktu tidak pernah kita ubah.

Berikut ini sekelumit renungan yang patut kita baca, setidaknya sekali saja dalam hidup kita. Sebagai lentera pengingat dikegelapan, agar kita ingat kepada firman-Nya; “Demi masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian..”.

FASE FASE KEHIDUPAN

Mari kita maknai hidup kita, agar ia bermakna

0-15 tahun,

Bermain di tepian pantai

Dunia ini adalah milik anak-anak, dan kita meminjamnya dari mereka. Begitu sebuah kutifan dari syair india kuno, yah benar saat kita diperjalankan di usia itu rasanya dunia begitu menyenangkan. Meski tidak semua anak menikmatinya, namun sejatinya demikian. Kita seperti sedang bermain pasir di tepi pantai.. tanpa sedikitpun sadar bahwa lautan dihadapan itu akan kita arungi.

Yah begitulah anak-anak, sehingga bisa kita simpulkan orang tua yang masih senang bermain itu tidak ada bedanya dengan anak-anak. Bahkan lebih lugu dari itu, karena mereka telah lama hidup di dunia ini.

Jika hidup ini adalah pilihan, maka kedewasaan adalah tentang pilihan-pilihan yang harus kita pilih. Namun, sungguh kematian adalah kepastian. Senang atau tidak, percaya atau tidak bahkan siap atau tidak!

Fase berikutnya adalah remaja yang indah mempesona setiap ruang masalalu para pejalan kaki dunia.

15-21 tahun

Berfikir, Memilih, Menyiapkan Perahu

Di usia 15 ini biasanya si anak mulai remaja, ia mulai mengkombinasikan hati dan otaknya untuk

 

memilih dan menyiapkan perahu yang ia senangi.

Perahu ini adalah pasangan hidup, begitulah. Kita sering terjerumus bahkan patah saat berusaha mencari dan menemukannya. Adalah kerugian, jika air mata itu harus terjatuh padahal pelayaran belum dimulai sama sekali?

21-25 tahun

Meninggalkan Pantai Keindahan

Nah di usia ini, biasanya manusia harus memikirkan jual beli dan akad pasti tentang perahu yang ia pilih. Akad yang tentunya harus dipersiapkan dari berbagai segi, kemapanan baik ruhaniyah atau perbekalan lain yang dibutuhkan dalam pelayaran mengarungi samudra dunia.

Banyak dari mereka yang sudah produktif dan bahagia lengkap dengan buah hati mungilnya. Ada tawa dan tangisan buah hati diantara cerita di pagi mereka. Subhanallah! bahagia dalam pernikahannya. Tentu hanya orang-orang terpercaya lah yang diperpercaya untuk memiliki bidadari itu dalam kisahnya yang masih pagi.

25-30 tahun

Mulai Berlayar, Mengayuh Perahu Pilihan

Mulai berlayar…

Aduhai mereka berlayar..

Katanya berlayar itu indah, apalagi dengan perahu yang kita kagumi selama ini. Sungguh, berbahagialah kalian yang sudah dipercaya oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala untuk menaiki perahu tercintanya dan mulai berlayar……….

30-50 tahun

Lautan mulai menunjukan jati dirinya.

Ia bergelombang! dan disana tak ada jalan kembali

Tentu akan kita temui sebuah masa, dalam pelayaran itu akan kita temukan bahwa lautan tidak akan selamanya tenang. Bahkan fitrahnya memang bergelombang, tentu saja ia tidak mudah. Disana ada lautan keras! dan kasar.

Bahkan iblis-iblis sudah menyiapkan satu pasukan dikerajaannya *khusus* untuk menghancurkan biduk yang sedang berlayar menuju pelabuhan lain yang bernama Akhirat itu. Mereka akan terus menggoda bagaimana caranya agar ke dua manusia ini tergelincir dan tenggelam sebelum tiba disana.

Disana hampir saja kita terlupa.

Bahwa tidak ada jaminan usia kita sampai di pelabuhan sana dalam masa yang kita rencanakan. Kerasnya badai kadang benar-benar membuat kita lupa, lupa tentang pelabuhan itu. Bahkan lagi bukan hanya lupa, tapi tidak tahu apa-apa tentangnya?

Peristiwa mengerikan jika sianak yang sudah besar kelak malah ribut mengurusi masa puberitas yang ke dua?

40-50-60 tahun

Dan Senja pun Datang…

Hari kemudian perlahan remang-remang dan Gelap!

Disini hari kita mulai temaram, panas matahari memang mulai mereda. Namun sebenarnya itu pertanda senja segera tiba, dan lalu malam.

Alam Kubur..

Berapa lama kita disana?

Entahlah berapa tahun, atau berapa puluh tahun, atau berapa ratus tahun mennanti hari kiamat?? dan tentunya teman sejati kita disana adalah a…. ? Amal.

Mahsyar yang Dahsyat

Aduhai berdiri berhimpit-himpitan di tanah mahsyar yang memerah laksana roti panggang?

Bukan sekedar cerita, jika sahih muslim telah mengabadikan bahwasannya disana bagi para pendosa Alam Mahsyar itu setengah hari di Akhirat, atau kisaran 50.000 tahun. Lima puluh ribu tahun kita menanti hari hisab.

Ingat 50.000 tahun, bukan 50 tahun seperti bayangan usia manusia di musim akhir jaman ini.

Hari Hijab!

Setelah itu pesta keadilan terAKBAR digelar, dimana Allah subhannahu wa ta’ala mempertontonkan kemaha-an-Nya. Tidak ada yang dirugikan disana, karena Allah tidak mungkin merugikan kita bukan?

Semua akan diadili dengan Amaliahnya masing-masing.

Disanalah mungkin kita baru teringat tentang kata demi kata, bait demi bait, dan huruf demi huruf yang kita rangkai dan belum kita pertanggungjawabkan.

Tentang huruf-huruf yang kita rangkai untuk melukai, mengghibah bahkan memfitnah orang-orang yang kita kenal..

Sedangkan ribuan busur panah berdarah dari jemari dan lidah itu tidak akan pernah bisa ditarik ulang setelah ia melukai.

Pernahkah kita membayangkan, jika satu kata yang kita tuduhkan kepada seorang muslim itu adalah kedzaliman? Pernahkah kita membayangkan saat saudara seiman yang kita caci dikeramaian itu kemudian bertaubat, dan setiap jiwa di keramaian itu pulang dengan membawa kisah dusta kita?

Di Alam itu diangkat panji-panji penghianat! Seperti sabda rasul yang mulia, disana ada panji pengenal! Si fulan bin fulan telah menghianati si fulan. Dan penghuni mahsyar yang pernah hidup di semesta fana ini menyaksikan..

Wajah kita berjatuhan karena malunya…

Sahabatku yang indah.

Ingatlah disana pula sang Nabi yang mulia, Rasulullah Sholallahu Alaiyhi wa Sallam membagi-bagikan syafaatnya kepada umatnya yang di izinkan ALLAH untuk menerima syafaat. Untuk ummatnya yang terus berjalan menapaki sunnah meski susah, untuk ummatnya yang terus bersabar meski sukar, untuk ummatnya yang terus mendaki meski sesak, untuk ummatnya yang pernah merisaukan hari itu dan bergetar takut saat seruan itu diperdengarkan berulang!

Disana tidak ada pilihan, syurga dan neraka keduanya adalah keadilan Allah. KEMAHA ADILAN ALLAH AZZA WA JALLA.

SURGA YANG ABADI ATAU NERAKA YANG ABADI

DISANALAH KEABADIAN !

Ini adalah masa yang patut kita renungkan dipersinggahan bernama dunia ini. Agar kita tetap tenang saat badai kegelisahan ini mendera kita dari berbagai penjuru. Agar kita tenang dan mampu berkata pada diri kita sendiri; “Ini tentang dunia yang tidak perlu kita khawatiri…” lalu hati kita merebah. (Nuruddin Al Indunissy)

Diantara do’a do’a mustajab

Biamillahirrohmanirrohim…

DI ANTARA DO’A-DO’A MUSTAJAB
1. DO’A setelah Sholat TAHAJJUD.
2. DO’A setelah Sholat DHUHA.
3. DO’A menjelang BERBUKA PUASA.
4. DO’A antara ADZAN dan IQOMAD.
5. DO’A antara DUA KHUTBA JUM’AT.
6. DO’A di penghujung hari JUM’AT (BA’DA
ASHAR).
7. DO’A dikala turun HUJAN.
8. DO’A di kala mendengar KOKO AYAM
(Diriwayatkan ayam adalah hewan yang dapat
melihat MALAIKAT/WAKTU SUBUH).
9. DO’A IMAM dan KHOLIFAH/ PEMIMPIN yang
ADIL.
10.DO’A orang yang TERDZOLIMI.
11. DO’A ORANG TUA kepada ANAKNYA.
Subhanallah..

Dialog Rosululloh dengan iblis, Cara Iblis Menjerumuskan Manusia ke Dalam Neraka

Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”.

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1) :

“Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?”

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi (2) :

“Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?”

Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat”.

Pertanyaan Nabi (3) :

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis : “Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi (4) :

Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis : “Pertama kali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.

Pertanyaan Nabi (5) :

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badannya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan ke kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat”.

Pertanyaan Nabi (6) :

“Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh darinya”.

Pertanyaan Nabi (7) :

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”.

Pertanyaan Nabi (8) :

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis : “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya”.

Pertanyaan Nabi (9) :

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis : “Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 (dua) kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang menghampiri dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan : “Barangsiapa menulis Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepadanya”.

Pertanyaan Nabi (10) :

“Bagaimana tipu dayamu kepada umatku?”

Jawab Iblis : “Umatmu itu ada 3 (tiga) macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat”. Yang kedua, umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga, umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat dan malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan”.

Pertanyaan Nabi (11) :

“Siapa yang serupa denganmu?”

Jawab Iblis : “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam”.

Pertanyaan Nabi (12) :

“Siapa yang membuat mukamu bercahaya?”

Jawab Iblis : “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu dan suka ingkar janji”.

Pertanyaan Nabi (13) :

“Apa yang kau rahasiakan dari umatku?”

Jawab Iblis : “Jika seorang Muslim buang air besar dan tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi (14) :

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, apa yang kau lakukan?”

Jawab Iblis : “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya dan membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang”.

Pertanyaan Nabi (15) :

“Apa yang dapat menolak tipu dayamu?”

Jawab Iblis : “Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya”.

Pertanyaan Nabi (16) :

“Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis : “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi (17) :

“Hai Iblis! Siapakah saudaramu?”

Jawab Iblis : “Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”.

Pertanyaan Nabi (18) :

“Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis : “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi (19) :

“Hai Iblis! ?” Apa yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalamnya”.

Pertanyaan Nabi (20) :

“Apa lagi yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu”.

(Dikutip dari : KH. Abdullah Gymnastiar, Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press, September 2006)

Renungan 1

Renungan …
Pada jiwa jiwa yang tak pernah mati,
Dalam safar menuju keabadian,
Yang melalui empat alam,
Alam dunia tempat perbekalan,
Bermodal ilmu mencari amalan,
Berharap rahman dan jannah tuhan,
Sahadat sebagai pondasi iman,
Sholat sebagai pilar dinul islam,
Jihad sebagai kesempurnaan,
Taqwa dan akhlaq sebagai jalan,
Doa dan harapan senjata tuan,
Zikir sebagai pengingat badan,
Wahai jiwa jiwa yang hidup merdeka,
Semoga selamat sampai tujuan.